Skip to main content

Customer Lifetime Value : Pengertian dan Cara Menghitung CLV

cara menghitung customer lifetime value clv

Customer lifetime value, biasa disingkat CLV atau CLTV, adalah salah satu metrik paling penting yang harus diperhitungkan oleh setiap bisnis yang sedang berkembang.

Dengan mengetahui nilai CLV, suatu usaha bisa menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk balik modal hingga menghasilkan profit.

Nilai CLV biasanya akan sangat erat hubungannya dengan biaya marketing yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan 1 customer baru atau biasa disebut cost of customer acuisition (CAC).

Jika keduanya dihitung dengan baik, maka anda bisa memprediksi apakah sesuai dengan rencana proyeksi perkembangan bisnis anda kedepan.

cara menghitung apv

Cara Menghitung APV

2. Menghitung Rata-Rata Frekuensi Pembelian (APFR)

Langkah selanjutnya adalah dengan menghitung berapa kali rata-rata customer melakukan pembelian.

Contohnya dalam seminggu anda punya 10 orang customer yang datang namun kunjungan ke toko anda ada yang sekali, 2 kali hingga setiap hari (7 hari).

Berarti frekuensi pembelian di toko anda bisa dihitung dengan total kunjungan customer dibagi jumlah customer. Misalnya dalam seminggu ada 21 kali kunjungan dan customer anda ada 7 orang maka rata-ratanya 3 kali per customer.

cara menghitung apfr

cara menghitung apfr

3. Menghitung Customer Value (CV)

Customer value adalah nilai rata-rata yang dibelanjakan dari semua customer.

Cara menghitungnya cukup mudah yaitu dengan membagi poin 1 dan 2 yang disebutkan sebelumnya. Membagi APV dan APFR. Jadi rata-rata nilai belanja dalam satu minggu dibagi dengan rata-rata frekuensi transaksinya.

Dengan demikian anda sudah menemukan berapa nilai customer value dari pelanggan anda.

cara menghitung customer value

Cara Menghitung Customer Value

4. Menghitung Rata-Rata Umur sebagai Customer (ACL)

Maksud dari menghitung umur customer ini bukan umur asli tiap-tiap pelanggan ya.

Umur customer yang dimaksud disini adalah berapa lama customer loyal berbelanja di bisnis anda. Semakin sering seseorang berbelanja maka makin besar juga nilai ACL-nya.

Untuk menghitungnya dengan menjumlahkan setiap customer lifespan dibagi dengan jumlah customer. Misalnya customer 1 aktif berbelanja selama 3 bulan. Customer 2 belanja 5 bulan. Customer 3 belanja 10 bulan. Totalnya 18 bulan dibagi 3 customer. Jadi rata-rata umur customer adalah 6 bulan.

cara menghitung customer lifespan

Cara menghitung customer lifespan

5. Menghitung Customer Lifetime Value (CLTV)

Setelah semua angka di 4 poin diatas anda hitung. Maka anda sudah bisa mengetahui nilai Customer Lifetime Value-nya.

Cara untuk menghitungnya adalah dengan mengalikan hasil hitungan pada poin no.3 dan no.4 yaitu customer value dikali average customer lifespan. Anda bisa memilih menghitungnya berdasarkan per bulan atau per minggu.

Baca juga   Hal Yang Perlu Diperhatikan Ketika Baru Memulai Bisnis Dropship Internasional

Pada contoh-contoh diatas, saya menghitungnya per minggu. Kalau mau berapa customer lifetime value untuk satahun maka anda perlu mengkalikannya dengan angka 52 (t1 tahun = 52 minggu).

cara menghitung clv

cara menghitung clv

Cara Meningkatkan Customer Lifetime Value

Salah satu kesalahan yang kebanyakan pebisnis pemula lakukan saat mengembangkan bisnisnya adalah karena terlalu fokus menemukan customer baru.

Memang tidak ada yang salah dengan itu, namun bisnis juga harus mampu menjaga kepercayaan customer yang sudah dipunya terlebih dahulu.

Sebuah studi dari eConsultancy menyebutkan peluang anda menjual prduk ke customer baru hanya 5-20%. Sedangkan menjual produk lainnya ke customer lama bisa lebih tinggi tingkat konversinya hingga 60-70%.

Hal ini perlu dipahami karena jika bisnis ingin terus bertahan dan terus mengkatkan nilai customer lifetime value-nya, maka harus membangun sistem agar pelanggan tetap loyal.

Berikut beberapa cara yang bisa dipraktekkan untuk meningkatkan nilai CLV :

  • Buat sistem yang mempermudah customer untuk membeli darimu. Jika produk anda terlalu mahal atau sulit dibeli maka akan sulit untuk meyakinkan mereka untuk beli lagi.
  • Jangan membual. Kebanyakan orang yang cuma mengejar profit berupaya untuk melakukan cara-cara tidak etis seperti melebih-lebihkan barang dagangannya. Jika customer malah kecewa ketika menerima produk anda, maka dia tidak akan mau belanja lagi.
  • Buat program rewards agar mereka mau repeat order. Kuncinya adalah dengan memberikan hadiah menarik sekaligus membuat aturan main yang kompetitif.
  • Jangan lupa menyisipkan Upsell pada Sales Funnel. Upsell ini artinya menawarkan produk lain yang anda punya untuk dibeli berbarengan ketika customer sedang berbelanja.
  • Pertahankan kepuasan pelanggan dengan memberikan pelayanan terbaik dan customer service yang cepat respon. Jika ada masalah segera selesaikan agar customer tidak kecewa.

Jadi . . .

Semakin sering seorang customer membeli produk dari bisnis tersebut, maka nilai customer lifetime value-nya akan semakin mengingkat. Dengan mengetahui nilai CLV, suatu bisnis bisa mengevaluasi kekurangan lalu mengambil kebijakan terbaik agar mendapatkan profit yang maksimal.

Jadi apa anda sudah tahu berapa nilai CLV dari bisnis anda sekarang?

Gema Alfa Putra

Gema Alfa Putra

💻 Tech and Online Business Enthusiast. 👨‍💻 I write blog and build website for businesses. 😐 INTP. Hate noisy places. Follow Me @gemaalfaputra

ebook gratis 10juta 7 hari

EBOOK GRATIS

TIRU HABIS-HABISAN 1 CARA SAYA MENDAPATKAN 10 JUTA DARI BISNIS ONLINE DALAM 7 HARI

OKE! Silahkan cek email untuk lihat link download ebook anda.

like FACEBOOK page biar dapet update artikel SEPUTAR BISNIS ONLINE TERUS!! KLIK ⏩