Skip to main content

Panduan Influencer Marketing : Banjir Pembeli dari Endorse di Medsos

By Februari 28, 2020Maret 10th, 2020Bisnis Online, Creator, Digital Marketing, Guide, Media Sosial
Panduan Influencer Marketing Endorse Medsos

Saat ini orang semakin kenal dengan istilah Influencer Marketing. Strategi marketing yang juga menjadi pilihan oleh banyak bisnis untuk mengenalkan produknya ke pasar.

Influencer Marketing tidak akan pernah bisa menggantikan Social atau Content Marketing karena tidak bisa bekerja tanpa keduanya.

Jika kamu orang yang masih awam tentang digital marketing, khususnya strategi pemasaran yang satu ini. Kamu telah datang di artikel yang tepat karena saya akan bahas artikel ini secara mendalam.

Mari kita mulai dari garis start-nya terlebih dahulu.

Apa Itu Influencer Marketing?

Terminologi Influencer Marketing sudah sangat terkenal di dunia marketing dan bisnis.

Ide dari Influencer Marketing adalah menggabungkan metode pemasaran yang lama dan baru. Caranya adalah dengan mengambil konsep endorse produk oleh selebriti dan ditempatkan di media pemasaran baru yaitu media sosial.

Pemasaran dengan cara endorsement dari selebriti sudah ada dari dulu.

Contohnya kalau misal anda pernah nonton acara gosip, dalam salah satu segmen biasanya ada selebriti yang dibayar untuk melakukan endorsement. Misalnya sang artis ini sedang hamil lalu diliput oleh acara gosip tersebut tentang kesehariannya di rumah.

contoh konten artis yang endorse produk

Contoh konten artis yang endorse produk

Diujung-ujungnya biasanya si artis mulai ngarah-ngarah memberikan rekomendasi produk yang “katanya” dia konsumsi saat hamil.

Mengingat penikmat acara gosip banyaknya ibu-ibu, maka penempatan iklan endorsement ini sangat tepat.

Nah Influencer Marketing ini idenya sama dengan konsep endorsement tadi. Peletakkan iklannya saja yang berbeda. Iklan ini dipasang di media pemasaran baru seperti media sosial dan blog.

Influencer bisa siapa saja. Mulai dari expert blogger, praktisi ahli bisnis, dokter, traveller bahkan emak-emak bisa jadi Influencer.

Lalu siapa sih yang bisa dikatakan sebagai Influencer?

Secara harfiah influence dari bahasa Inggris ini artinya adalah mempengaruhi. Jadi kalau diambil simpelnya, Influencer adalah orang-orang yang mempunyai kapabilitas untuk mendongkrak suatu brand/produk agar semakin diperbincangkan oleh para konsumer.

Jadi siapa saja sebenarnya bisa dikatakan Influencer jika memiliki follower yang cukup dan berpengaruh bisa dikatakan sebagai Influencer.

Secara kategori Influencer sendiri terbagi menjadi 3, yaitu:

  • Mega Influencer. Influencer ini adalah orang-orang yang sudah memiliki follower hingga jutaan. Biasanya selebriti dan artis yang sudah di tenar di TV mudah sekali punya follower segini. Pemasaran dengan Mega Influencers sangat cocok untuk menaikkan brand awareness.
  • Macro Influencer. Ini adalah orang-orang yang memiliki follower dari puluhan ribu hingga ratusan ribu. Biasanya diisi oleh tokoh-tokoh yang ahli di bidang tertentu, disegani, atau bukan selebritas namun punya konten yang menarik di media sosialnya.
  • Micro Influencer. Ini biasanya orang-orang yang punya follower dibawah 500 namun sangat dekat relasinya dengan para followernya. Kepercayaan dari micro influencer sangat tinggi membuat tingkat konversinya juga baik.

Cara Memasarkan Produk dengan Influencer Marketing

Secara garis besar, cara untuk mengajak Influencer bekerja sama mirip dengan Paid Promote namun lebih perlu perencanaan yang matang.

Kenapa demikian?

Influencer yang memiliki follower yang banyak biasanya memiliki antrian tawaran promosi yang banyak pula. Tentu saja Influencer tersebut tidak ingin akun media sosialnya terus menerus memposting iklan endorse. Mereka punya jadwal untuk posting konten mereka sendiri.

Mereka juga kadang punya kebijakan masing-masing.

Ada beberapa influencer yang menolak endorse produk yang berbahaya atau tidak memiliki izin tertentu. Ada juga yang bikin aturan kalau mereka tidak mau promosi yang barangnya sendiri gak dia pakai. Ada yang punya jadwal posting iklan hanya berapa kali dalam sehari. Ada yang perlu kontak manajemen untuk urusan bisnis.

Dengan adanya aturan-aturan yang berbeda tersebut, Penting untuk anda untuk mengontak mereka dan menanyakan perihal biaya, waktu dan lain sebagainya. Tanyakan secara detil sebelum memutuskan bekerjasama.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by RICIS (@riaricis1795) on


Akun Instagram Ria Ricis

Tentu saja tidak semua influencer punya waktu antrian iklan yang banyak. Kalau anda iklan ke Ria Ricis mungkin perlu nunggu hingga bulanan, tapi kalau ke influencer yang followernya lebih sedikit bisa lebih cepat naik.

Jadi biasanya untuk kerjasama endorse dengan mereka selain membutuhkan biaya yang lebih besar, waktu untuk postingnya juga dalam antrian.

Cara Menentukan Influencer yang Tepat

Sebagai pemilik bisnis, anda tentu saja memiliki gambaran apa yang disebut ideal customer dimana mereka memiliki profil dan karakter yang kemungkinan besar tertarik dengan produk anda.

Profil konsumer ini lah yang menjadi faktor paling menentukan apakah produk anda akan laris setelah di-endorse atau tidak. Ada juga beberapa faktor lainnya yang perlu anda lihat yaitu :

1. Jumlah dan Keaslian Followers

Hal yang perlu anda lihat saat memilih Influencer yang pertama adalah melihat jumlah followernya. Jumlah follower yang tinggi berarti sebaran iklan dilihat oleh followernya juga semakin tinggi.

Baca juga   10+ Tips Paid Promote di Instagram agar Jualan Makin Laris

User Instagram biasanya mem-follow ratusan akun dan itu artinya akan banyak konten yang berkompetisi untuk muncul di feed Instagram sang follower. Persentase audience per posting tidak akan 100% muncul ke semua followernya. Jadi penting untuk anda memilih influencer yang memiliki follower cukup banyak.

Selain itu, anda juga perlu melihat apakah follower-nya real atau tidak. Karena sekarang ada beberapa “Influencer Wannabe” yang menggunakan “jasa beli follower” agar terkesan terkenal padahal akun pengikutnya mayoritas palsu.

Sudah jelas, akun palsu tidak akan peduli atau membeli produk anda bukan?

jual beli follower ig

Hati-hati influencer yang beli follower palsu

2. Tingkat Persentase Engagement

Engagement adalah metrik yang menjadi patokan seberapa baik performa postingan sang influencer ditanggapi oleh followernya.

Engagement/interaksi ini meliputi jumlah komentar, like, dan share.

Metrik yang satu ini juga bisa menjadi acuan apakah follower mereka asli atau palsu. Jika followernya ratusan ribu tapi interaksinya dibawah 100 adalah tanda kalau followernya palsu.

3. Kecocokan dengan Relevansi Brand

Tips yang ketiga untuk menentukan Influencer yang tepat adalah apakah konten dan image-nya cocok dengan brand anda. Anda perlu mencari influencer yang memiliki konten yang sama atau berhubungan dengan bisnis anda.

Misalnya anda memiliki bisnis tur wisata maka anda tentu perlu travel influencer yang suka jalan-jalan dan sharing tentang travel. Atau anda punya bisnis baju muslim, tentu saja perlu mencari influencer yang kesehariannya berpakaian syar’i.

Jangan pernah memilih influencer yang bertabrakan dengan brand anda. Bukannya malah terbantu nanti malah jadi image buruk.

4. Strategi Per Akun Media Sosial

Tipe konten untuk tiap-tiap akun media sosial bisa berbeda-beda karena influencer marketing tidak hanya untuk Instagram saja. Influecer marketing bisa anda jalankan di Facebook, Twitter, Youtube hingga Blog.

Masing-masing situs medsos punya strategi pemsaran yang berbeda. Misalnya Instagram yang lebih visual perlu memiliki foto yang menarik. Pengguna Twitter suka jika influencer-nya sharing berbagi hal yang menarik melalui tweet berseri (thread). Pengguna Facebook lebih suka konten yang berbasis teks. Pengguna Youtube kontennya perlu dibuat dalam bentuk video dan perlu thumbnail image yang clickbait.

5. Cek Feed Influencer

Brand image sangat penting. Jangan sampai brand anda hancur lebur karena anda tidak jeli memperhatikan reputasi feed sang influencer.

Misalnya sang influencer punya riwayat sering memposting konten yang kontroversial, apa ada bisnis yang sudah promosi produk yang sama, terlalu banyak konten pribadi atau endorse, dan sebagainya.

Oleh karena itu anda perlu teliti terlebih dahulu apakah Influencer yang anda pilih sudah tepat atau tidak.

Manfaat Menggunakan Influencer Marketing untuk Promosi

Setelah mengetahui tentang pengertian influencer, cara memilih dan metrik pentingnya maka selanjutnya Anda perlu mengetahui manfaat dari influencer marketing.

1. Membangun kepercayaan

Konsumen saat ini sudah semakin pintar. Mereka semakin banyak pertimbangan ketika ingin membeli produk secara online. Mereka butuh akan bukti kalau bisnis anda bisa dipercaya atau tidak.

Menggunakan Influencer sebagai jalan pengenalan produk anda dan membangun kepercayaan calon konsumen. Mengingat biaya untuk beriklan dengan Influencer cukup tinggi maka biasanya konsumen mengaggap bisnis yang di-endorse benar-benar serius dan dapat dipercaya.

Walaupun ada saja penipu yang rela bayar artis buat endorse bisnis bohongan seperti kasus MeMiles yang terjadi baru-baru ini : Polisi Sebut 13 Artis Lain Diduga Terseret Kasus Memiles.

Kasus Influencer Promosi Bisnis MeMiles Bohongan

Kasus Influencer Promosi Bisnis MeMiles Bohongan

Terlepas dari kasus diatas, ini juga sekalian menjadi bukti bahwa banyak sekali orang yang tertarik untuk join bisnis bodong tersebut setelah diendorse oleh artis dan selebgram.

Jadi tingkat kepercayaan akan langsung terdongkrak setelah dipromosikan.

2. Niched Market

Sebelumnya saya sudah pernah membahas artikel tentang apa itu niche market. Jika anda belum melihatnya bisa klik link ini : Pengertian Niche dan Keuntungan Melakukan Niche Marketing.

Niche market adalah ceruk pasar yang sangat spesifik. Influencer merupakan orang yang membangun personal branding dengan konsisten membuat konten tentang topik tertentu. Konten ini bisa mulai dari olahraga, kesehatan, fashion, kecantikan, bahkan ke hal-hal yang spesifik seperti psikologi hingga praktisi obat herbal pun ada.

Tentu ini menjadi sebuah keuntungan bagi anda karena bisa menaruh iklan di pangsa pasar yang tepat tanpa perlu cari-cari market sendiri.

3. Mendapatkan Feedback dengan Cepat

Salah satu manfaat dari Influencer Marketing adalah anda bisa menerima feedback dari konsumen secara langsung dan cepat.

Misalnya begitu post sudah di-publish, anda bisa memantau seberapa baik performa iklan tersebut dengan melihat jumlah like, komen dan share dari para followernya. Biasanya di kolom komentar juga ada beberapa yang menanyakan sesuatu, admin akun medsos Instagram anda harus cepat tanggap menjawab pertanyaan disana.

Jika ada kritik atau saran, anda bisa langsung cepat respon dan memperbaiki campaign pemasaran anda sesuai masukan konsumen.

4. Meningkatkan Konversi Penjualan

Yang terakhir tentu saja Influencer Marketing bisa jadi cara ampuh untuk mengdongkrak omset penjualan produk anda. Karena biasanya para follower yang sudah die-hard banyak yang ingin mencoba apa yang direkomendasikan oleh influencer favoritnya.

Kekuatan rekomendasi Influencer ini sangat ampuh untuk meningkatkan follower hingga konversi. Karena itu, anda perlu pertimbangkan penggunaan influencer sebagai salah satau strategi pemasaran bisnis anda.

Baca juga   Cara Membuat Toko Online Shopify untuk Dropship Internasional

Kesalahan Melakukan Influencer Marketing yang Bikin Boncos

Boncos adalah resiko ketika beriklan mau itu menggunakan iklan berbayar seperti Facebook Ads, Paid Promote, hingga Influencer.

Semua kampanye iklan sebenarnya kurang lebih sama penyebab boncosnya namun hal ini banyak yang tidak dipahami oleh pemula. Berikut diantaranya :

1. Tidak Punya Strategi Marketing Yang Kokoh

Salah satu faktor yang bikin anda boncos ketika melakukan Influencer Marketing dan iklan berbayar lainnya adalah karena dari awal anda tidak punya strategi marketing yang cukup solid.

Banyak yang beriklan dengan langsung menawarkan produk yang ia punya. Memang tidak salah, ada beberapa advertiser yang berhasil dengan cara ini.

Lah emang siapa elo?

Padahal ada tahapan jug ayang harus dilalui oleh sebuah bisnis agar mengubah pengunjung menjadi pembeli. Dengan menggunakan konsep formula AIDA, anda bisa lebih baik dalam merencanakan kampanye iklan.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by IGEM Digital Solution (@igemdigital) on

Karena pada dasarnya iklan hanya tahap awal dalam proses kampanye iklan yang memberitahukan “hai, saya jual produk ini lho!”, “saya lagi bikin promo lho” dan sebagainya.

2. Penawaran Kurang Menarik

Mau di-iklan kan sekalipun jika produk yang anda tawarkan tidak menarik maka jumlah konversinya bisa saja sedikit atau tidak ada sama sekali.

Penawaran yang menarik adalah syarat agar penjualan anda terdongkrak naik dengan cepat.

Misalnya anda membuat promo BOGO (Buy 1 Get 1), free ongkir, voucher diskon, dan sebagainya. Dnegan penawaran yang menarik seperti diatas bisa tentu hasilnya akan berbeda dengan hanya mengandalkan harga asli tanpa benefit lainnya.

Jika penawaran seperti diatas ditambah dengan promosi dari sang influencer, tentu penjualan berpotensi meledak gila-gilaan.

3. Tidak Melakukan Riset

Seperti yang saya jelaskan pada bagian cara menentukan influencer yang tepat, penting untuk anda melakukan riset figur dari influencer itu sendiri

Seberapa baik performa postnya, seberapa kreatif, seberapa kontroversial, seberapa relevan dengan bisnis anda dan sebagainya.

Tanyakan hal ini berulang kali sebelum memutuskan bekerjasama dengan influencer ini. Salah salah memutuskan, anda bisa rugi besar karena tidak bisa menutupi biaya iklan yang dibayarkan.

Selain itu anda juga riset kira-kira jenis penawaran apa yang disukai oleh para followernya.

situs influencer marketing Sociabuzz

Situs influencer marketing Sociabuzz

4. Tidak Diskusi dengan Influencer

Mengingat influencer bisa jadi praktisi di niche konten yang dia sebarkan maka anda jangan terlalu mengekang kreativitas sang influencer.

Influencer yang baik dan mau diajak kerjasama biasanya tahu karakteristik followernya dan kira-kira tipe konten yang disukai oleh followernya.

Misalnya anda seorang pebisnis tur wisata yang mau mengajak kerjasama seorang travel influencer. Karena konten yang dia sebarkan berhubungan dengan industri anda, jadi anda tidak bisa memperlakukan mereka sebagai media iklan saja.

Penting untuk anda mempelajari teknik soft selling dalam hal ini. Postingan yang terasa asli dan gak terlalu ngiklan biasanya punya performa engament dan konversi yang lebih baik.

5. Tidak Menjaga Relasi

Influencer sejati tetap manusia. Ketika bisnis anda maju karena iklan yang dipromosikan oleh sang influencer, maka anda harus menjaga relasi dengannya sebaik mungkin. Selain mereka punya follower yang juga menjadi target market anda, influencer ini juga bisa membantu di kemudian hari.

Misalnya ketika bisnis anda maju, anda menjadi langganan tetap untuk beriklan di mereka. Karena relasi yang terhubung baik, anda bisa saja mendapat potongan harga atau jadwal prioritas iklan dibanding advertiser lain.

6. Materi Iklan Tidak Menarik

Kesalahan selanjutnya adalah karena post yang diterbitkan tidak cukup catchy oleh followernya. Misalnya warna foto terlalu suram atau tidak menonjol, wajah si influencer tidak terlihat, dan sebagainya.

Proses desain atau pengambilan foto yang dijadikan post iklan biasanya perlu diskusi antara anda dan influencer. Konsep apa yang mau diinginkan, bagaimana pose yang tepat, nuansa warna hingga bagian caption yang dituliskan.

Hal itu sangat penting untuk dipikirkan matang-matang karena user medsos mudah sekali scroll-scroll ke gambar selanjutnya dengan jari mereka. Jika gambar dan caption tidak langsung membuat tertarik, maka anda sudah bisa kehilangan calon konsumen.

Kesimpulan

Influencer marketing merupakan strategi promosi yang bagus jika bisa dimaksimalkan dengan cara yang tepat. Ada beberapa faktor yang perlu anda pikirkan sebelum bekerjasama dengan seorang influencer. Mulai dari konsep, penawaran, hingga materi yang akan diposting perlu dipikirkan secara matang.

Walaupun biayanya relatif tidak sedikit, influencer marketing terbukti mampu mendongkrak brand awareness hingga konversi penjualan.

Apa anda sudah pernah menggunakan influencer untuk promosi bisnis? Share pengalaman anda menggunakan jasa influencer di kolom komentar dibawah ya 🙂

Gema Alfa Putra

Gema Alfa Putra

💻 Tech and Online Business Enthusiast. 👨‍💻 I write blog and build website for businesses. 😐 INTP. Hate noisy places. Follow Me @gemaalfaputra

ebook gratis 10juta 7 hari

EBOOK GRATIS

TIRU HABIS-HABISAN 1 CARA SAYA MENDAPATKAN 10 JUTA DARI BISNIS ONLINE DALAM 7 HARI

OKE! Silahkan cek email untuk lihat link download ebook anda.

like FACEBOOK page biar dapet update artikel SEPUTAR BISNIS ONLINE TERUS!! KLIK ⏩